Kamis, 12 Maret 2015

Rakyat "Kecewa", Menkeu Dan BI Diminta Stop Pernyataan Kurs Rupiah

KURS mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (12/3/2015) belum menunjukan tanda-tanda penguatan. Rupiah masih berada di kisaran Rp13.200 per USD. Kelemahan Rupiah yang semakin larut mencemaskan investor lokal.

Pengamat Ekonomi Ahmadi Hasan meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia dan Bank Indonesia (BI) sebaiknya berhenti mengeluarkan pernyataan soal kinerja terkait stabilitas Kurs Rupiah.

"Saya minta Menkeu dan BI agar berhenti mengeluarkan pernyataan terkait stabilitas Kurs Rupiah, karena hal ini merupakan performance Menkeu dan BI yang gamang dan tidak profesional," tegas Ahmadi kepada Pelitaonline.com di Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Menurut dia, statement Gubernur BI bahwa pihaknya akan selalu berada di pasar untuk menjaga stabilitas Kurs Rupiah. 

"Bagaimana mau profesional, sampai hari ini Menkeu dan BI sudah sangat mengecewakan dan menyia-nyiakan kepercayaan rakyat," tandasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Kurs kita telah longsor makin jauh Up Rp13.200. Sementara Deputi Gubernur (Depgub) BI menyampaikan pelemahan Rupiah menguntungkan ekspor Indonesia.

"Statement seperti ini harusnya dihentikan, begitu juga penyampaian Menkeu bahwa pelemahaan Kurs Rp100 menambah APBN Rp.2,3 triliun,"simpulnya.

Terkait statement tersebut, Ahmadi meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera menyadari janjinya untuk mengevaluasi kinerja menterinya.

"Hal seperti ini presiden tidak harus diam, namun dia secepatnya menyadari hal penting untuk mengevaluasi kinerja menteri-menterinya," tutupnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.