Rabu, 11 April 2012

Membina Generasi Jurnalistik Untuk Kemajuan Bangsa


            Oleh : Adam Rumbaru

Media massa sangat berperan dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingka laku masyarakat. Hal itu disebabkan media massa mempunyai jaringan yang luas dan bersifat massal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya  perorangan akan tetapi, mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca, sehingga pengaruh media massa akan sangat terlihat di permukaan masyarakat. Dalam perspektif itu, media merupakan sarana yang efektif dan berdaya jangkau luas untuk mempromosikan gagasan seseorang dalam kehidupan berdemokrasi. Melalui media massa, gagasan inklusif itu dapat dikomunikasikan secara luas dan menjangkau semua kalangan, bahkan sejak usia sekolah yang dapat mengantarkan anak didik untuk mengenal pentingnya solidaritas sosial antara warga, penghormatan terhadap kemajemukan, dan nilai-nilai dasar demokrasi keadaban.

Peran media massa yang sangat signifikan itu, diharapkan dari setiap media tidak dikembangkan jurnalisme partisan yang tidak kompatibel dengan upaya membangun saling pengertian. Jurnalisme yang professional dan indenpenden dalam menjalankan tugas peliputan adalah harapan sebuah demokrasi. Karena di dalam demokrasi pers merupakan pilar demokrasi yang menduduki peringkat keempat. Kinerja dan peran media massa di negara Indonesia sampai saat ini memang perlu diakui bahwa para Jurnalisme telah banyak memberi kontribusi bagi perkembangan media massa. Berkat jurnalistik, kemajuan teknologi bisa dibaca oleh banyak orang. Jurnalistik merupakan dunia yang sangat menggiurkan disamping juga memberi banyak manfaat utamanya mengembangkan skil/ketrampilan. Untuk  pemuda pun perlu dikenalkan dan lebih diakrabkan dengan dunia jurnalistik.

Sebagai bagian dari kelompok terdidik, pemuda juga harus memiliki kemampuan dalam pengembangan potensi dalam dirinya. Karena di usia mereka itulah awalnya ditandai adanya perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Namun ketika, si pemuda  tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektualnya, terutama melalui pendidikan di sekolah dan kampus, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal.   Disamping itu pula, boleh dikatakan masa mereka masih dalam proses menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya. Selain yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak.

Berdasarakan pemikiran tersebut di atas, maka perlu kiranya dikembangkan pendidikan jurnalisme kepada pemuda khususnya jurnalisme media cetak seperti Koran, majalah dan online. Sebagai upaya pengembangan bakat dan skil jurnalistik kepada pemuda, maka kami dari Lembaga Analisa Pengembangan Demokrasi bermaksud melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik di kalangan pemuda.

Program pelatihan kepenulisan ini merupakan salah satu iktiar dalam rangka mengembangkan skilis remaja di Indonesia dalam dunia jurnalistik/kepenulisan. Materi dalam pelatihan jurnalistik ini tidak membebani pemuda dengan tema-tema yang berat, namun diupayakan peserta merasa senang dan enjoy di dalam mengikuti pelatihan. Dengan pelatihan ini diharapkan akan memunculkan pemuda memiliki kemampuan di dalam mengelola media massa secara handal untuk semakin mempercepat pencapaian tujuan organisasi atau pergerakan.

Penulis adalah Direktur Eksekutif, Lembaga Analisa Pengembangan Demokrasi (LAPD)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.