Rabu, 04 Mei 2011

Tangkap dan Adili Dirut PT.Pelindo II Kasus Alat Bongkar Muat Kontener

Forsir Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Depan Gedung KPK



Jakarta, 

Kurang lebih seratus orang yang bergabung dalam Forum Solusi Indonesia Raya (FORSIR) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi yang mereka gelar itu menuntut agar Presiden dan KPK segera menangkap dan mengadili Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II karena terkait penyalagunaan wewenang pada tender 3 (tiga) unit alat bongkar muat kontener / Quay Container Crana (QCC).

“ Kami meminta presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Komisi Pemberantasan Korupsi segera menangkap Direktur Utama PT. Pelindo II (RJ.Lino), dan juga terlibat Direktur Operasi dan Teknik PT. Pelindo II (Persero), Ir Ferialdy Nurlan, Kepala Biro Pengadaan PT. Pelindo II, Ir. Wahyu Hardianto.terkait kasus  penyalagunaan wewenang pada tender tiga unit alat bongkar muat kontener / Quay Container Crana (QCC) yakni  Cabang Pelabuhan Panjang, Palembang dan Pontianak,” Kata koordinator aksi, Adam Rumbaru kepada wartawan, di gedung KPK, Jl. Rasuna Sahid, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Adam, Penyalagunaan wewenang oleh PT. Pelindo II adalah merupakan  perbuatan melawan hukum, maka segera ditindak tegas karena telah merugikan keuangan negara. 

Dia menduga,  kerugian PT. Pelindo II/Negara dari praktek  penggelembungan harga (Mark Up) pengadaan 3 (tiga) unit Pengadaan Alat Bongkar Muat Kontener/Quay Container Crana (QCC) tersebut adalah sebesar USD.9,207,235,00 ( Sembilan juta dua ratus tujuh ribu dua ratus tiga puluh lima USD atau Rp. 82.865.115.000 (Delapan puluh dua milyar delapan ratus enam puluh lima juta seratus lima belas ribu rupiah.

Sebelumnya, lanjut Adam, PT. Pelindo II telah diketahui telah melakukan berbagai pelanggaran yang antara lain adalah sebagai berikut : Pertama,  Pelanggaran  terhadap Undang-Undang BUMN No. 19/2003. Kedua, Keputusan No. 117/M-MBU/2002 tentang penerapan praktek Good Corporate Qovernance. Ketiga, Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN Tanggal 3 September 2008. Dan keempat adalah Surat Keputusan Direksi PT. Pelindo II jo Surat Keputusan Direksi PT. Pelindo II  (persero) Nomor HK.566/1/16/Pi.ii-10 tanggal 17 Maret 2010 tentang penyempurnaan Surat Keputusan Direksi Nomor HK.56/5/10/PI.II-09, tanggal 9 September 2009.

Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Solusi Indonesia Raya sempat membuat macet jalannya lalu lintas yang  begitu terlihat pada  kendaraan yang melintas di Jl. Rasuna Sahid, Jakarta Selatan di mana aksi dilakukan. Dan aksi tersebut disambut baik oleh pihak KPK, empat orang perwakilan dari mereka ditemui oleh bagian pengaduan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Aksi unjuk rasa Forsir disertai dengan empat tuntutan adalah pertama. KPK Segera mengusut tuntas kasus penyalagunaan wewenang di PT. Pelindo II. Kedua, Kami minta kepada pemerintah Presiden SBY untuk segera mencopot Ir. RJ. Lino dari jabatannya selaku Dirut PT.. Pelindo II. Ketiga, KPK segera menahan Direktur Utama PT. Pelindo II,.RJ. Lino, dan juga terlibat Direktur Operasi dan Teknik PT. Pelindo II (Persero), Ir. Ir Ferialdy Nurlan, Kepala Biro Pengadaan PT. Pelindo II, Ir. Wahyu Hardianto. Keempat, Pelabuhan Indonesia adalah gerbang ekonomi bangsa, maka harus bersih dan bebas dari penyalagunaan wewenang serta tindak pidana korupsi.




 




Jumat, 15 April 2011

Misteri Kemunculan Pemimpin Rahmatan Lil Alamin



Oleh : Adam Rumbaru

Bangsa Indonesia saat ini sangat mendambahkan seorang pemimpin yang ideal. Pemimpin yang benar-benar memiliki ledership dan mampu memahami kebutuhan masyarakat. Dengan perkataan lain bahwa pemimpin yang ideal itu adalah pemimpin yang tumbuh dan berkembang bersama rakyat, sehingga pemimpin tersebut selalu berada di hati sanubari rakyat. Begitu pula sebaliknya rakyat berada dalam hati sanubari sang pemimpin. Itu artinya apa yang dirasakan rakyat sudah sama halnya dirasakan sang pemimpin.

Selaku pemimpin tidak harus mementingkan diri sendiri dan golongan tertentu, melainkan selalu menjunjung tinggi kepentingan umum, utamanya kepentingan rakyat. Memang perlu disadari bahwa dalam pergolakan politik menuju demokrasi di Indonesia selalu mengedepankan peran penting rakyat dan orang perorang yang mengekspresikan dirinya dan menampakkan sosoknya sebagai tokoh politik.

Sorotan kritis terhadap kehadiran tokoh politik dengan wajahnya, sikapnya, pola pikirnya perjuangan visi dan misinya, masing-masing memungkinkan kita untuk melihat secara seksama politik sebagai wadah timbulnya berbagai kreasi kemanusiaan sehubungan dengan upaya mengarahkan kekuasaan negara berjalan di atas prinsip rasionalitas, kejujuran, dan keadilan. Dengan perkataan lain, cita-cita tegaknya kemanusiaan bergantung pada interrelasi antara sistem dan aktor politik. Idealnya, terjadi sinkronisasi antara sistem politik demokratis dan tokoh politik semestinya memperoleh kajian luas berdasarkan perspektif yang teruji validasinya.

Demokrasi sering mengalami kesulitan tatkala diterapkan di negara-negara yang mengalami fragmentasi sosial politik yang tajam. Warisan kolonial, modernisasi, sosialisme, dan sejumlah ide lainnya yang perna diterapkan sebelumnya, umumnya terlihat lebih memporakporandakan formasi sosial. Akibatnya, modernisasi hanya melahirkan disorganisasi sosial. Di tengah reruntuhan proyek modernisasi itu, gagasan Demokrasi diharapkan mampu menjadi obat bagi munculnya format tatanan sosial yang baru. Adalah membentuk susunan masyarakat yang berpaham pluralisme.

Bukan saja diharapkan masyarakat berfaham pluralisme, paham seperti ini justru harus melekat pada sanubari sang pemimpin atau elit politik terutama yang berada pada lingkaran kekuasaan. Indonesia disebut sebagai bangsa yang super majemuk. Dengan kemajemukan itulah, sehingga perlu diusung seorang pemimpin pluralis.
Kembali kepada kehidupan masyarakat Indonesia yang amat majemuk (plural) dalam konfigurasi suku bangsa, agama, perbedaan golongan antara pendatang dan pribumi, berbagai kolektive berdasarkan fungsi sosial, kedudukan sosial dan idiologi dan berbagai lapisan sosial dalam pengertian tradisional. Pluralisme dengan demikian, merupakan sebuah fakta yang menjadikan Indonesia tampak sebagai sebuah mosaik raksasa dengan warna-warni budaya, agama, adat istiadat, dan lain sebagainya sangat beragam.

Pluralisme sebagaimana dikatakan Suwarsih Warmain, bangsa Indonesia adalah bangsa multi etnis yang sudah diketahui dengan jelas yakni berkisar di atas 205 suku bangsa dan 14 ribu pulau.

Muncul Pemimpin Rahmatan Lil Alamin

Pluralisme atau keberagaman yang demikian itu dalam beberapa hal merupakan anuggerah. Akan tetapi, tak adanya good governance dalam pengelolaan negara dan masyarakat, akan membuat pluralisme itu menjadi stagnan sebagai blunder yang pada giliran selanjutnya mengancam keutuhan Indonesia sebagai bangsa.
Seorang pemimpin dengan sikap pluralisme, kini telah berada di pintu gerbang bangsa Indonesia, dan sebentar lagi akan menerima mandat dari rakyat untuk dapat mengelola khazanah budaya yang melekat pada pluralitas bernama Republik Indonesia ini.

Pemimpin sebagaimana disajikan pada penulisan edisi sebelumnya adalah sandi G yang didengungkan sebagai pemimpin Islam Rahmatan Lil Alamin. Semakin dekat kemunculan pemimpin G, semakin juga ditandai adanya gejolak alam yang didalamnya terdapat huruf G seperti gempa bumi, meletusnya gunung berapi, buku gurita cikeas, praktek tindak pidana korupsi oleh Gayus Tambunan di instansi pajak, saat ini juga beberapa daerah diserang oleh ular buluh yang gatal.

Semua peristiwa alam di tanah air yang diwarnai dengan sandi G ini menginspirasikan kepada kita bahwa ini merupakan sebuah alamat baru bangsa ini, untuk dapat beranjak dari kehidupannya yang buruk menuju kejayaan. Oleh karena itu tidak sepantasnya bila kita berujar bahwa ini laknat Tuhan. Sesungguhnya tanda-tanda alam itu terjadi merupakan bacaan untuk manusia utamanya Islam. Karena Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali di gua hira adalah ayat yang berbunyi iqrah yang artinya“bacalah”. Bacalah yang dimaksud adalah tidak hanya berupa konsep, namun ayat itu memiliki makna yang sangat luas. Makna tersebut bisa berarti bacalah tanda-tanda alam, bacalah tanda-tanda perkembangan zaman, bacalah tanda-tanda pada diri manusia, bacalah hal-hal lain dari yang gaib, dan seterusnya.

Pemimpin dengan sebutan Rahmatan lil alamin dengan Sandi G karena masih tetap pada ramalan Joyo Boyo yakni Notonogoro (goro-goro). Sebenarnya pemimpin itu tidak bisa hadir begitu saja tanpa diberikan pesan oleh alam semesta. Pemimpin rahmatan lil alamin dengan ditandai huruf G berdasarkan urutan dalam abzat Indonesia (a,b,c,d,e,f,g), ternyata  huruf G berada pada urutan ke tujuh. Ada yang menduga bahwa jangan-jangan urutan ketujuh itu adalah panglima jenderal berbintang tujuh.

Dahsyatnya lagi, huruf G yang mendapatkan urutan ketujuh dalam abzat Indonesia tersebut dapat didefinisikan yang sama artinya dengan tujuh lapis langit dan bumi. Nah, pada esensinya tujuh lapis langit dan bumi sebetulnya cerminan atas diri manusia itu sendiri. Sehingga layak bila dikatan gejolak alam itu dapat memunculkan pemimpin rahmatan lil alamin untuk dapat menyelamatkan alam semesta. Penyelamatan terhadap alam semesta itu dilakukan oleh seorang pemimpin yang berjiwa relegius.
Dikatakan pemimpin relegius karena G bisa dihubungkan menjadi god yang artinya Tuhan. Bila itu terjadi, maka dengan pasti pemimpin tersebut dalam kepemimpinannya mengedepankan nilai-nilai ke-Tuhanan dan relegiusitas.

Potret Gejolak Empat Dimensi Dalam Diri Manusia

Kemunculan pemimpin G memang dinilai sangat misterius karena selalu disertai dengan gejolak empat dimensi yang telah menelan korban nyawa manusia dan harta benda yang dalam jumlah tidak sedikit. Gejolak berupa kebakaran, banjir, tanah longsor, gempah, badai tsunami, jatunya pesawat, munculnya ular buluh yang gatal, semuanya itu menginspirasikan kita bangsa Indonesia, akan datang pemimpin baru yang membawa harapan baru untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Gejolak alam sebagaimana disebut di atas adalah manivestadi dari diri manusia itu sendiri. Karena bila dikaji secara esensial, maka dapat dipahami bahwa dalam diri manusia itu terdapat empat dimensi atau empat unsur diantaranya adalah api,angin, air dan tanah. 

Dimensi Api dalam diri manusia dapat dilihat berupa amarah, dendam, dengki dan lain sebagainya. Jika dimensi api itu bergejolak dalam diri manusia, maka yang terjadi adalah perseteruan antara dua pihak dengn saling membunuh. Air dalam diri manusia bukan saja berupa banjir, namun air itu bisa diartikan sebagai darah manusia yang tersimbah akibat perseteruan (baca peristiwa Tanjung Periok, peristiwa Kalimantan Timur, Ambon, red). Dimensi Angin dalam diri manusia adalah nafas. Nafas itu masuk keluar melalui empat pintu yakni mulut, hidung, mata, dan telinga. Empat panca indra itu adalah masuk keluarnya nafas yang boleh saja dapat mengundang datangnya perkara-perkara yang merugikan diri manusia itu sendiri. Dimensi Tanah dalam diri manusia, berupa jasad yang membungkus roh manusia. Roh yang suci bila dijaga melalui hati, maka Allah bersemayan di dalamnya, jika tidak dijaga kesuciannya, maka Allah pun tak akan hinggap di dalamnya, malah hanya yang terjadi adalah penyakit hati seperti kesombongan atau riah, dengki terhadap sesama manusia bahkan sesama umat beragama, saling siku dan lain sebagainya.

Penulis adalah mantan Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (LDMI-HMI) Cabang Ambon.


Rabu, 06 April 2011

Bencana Empat Dimensi Menguatkan Datangnya Sandi G

Oleh : Adam Rumbaru
Indonesia diakui sebagai bangsa yang relegius. Disebut sebagai bangsa yang relegius karena terdapat enam agama yang hidup rukun dan damai. Disamping mendapatkan sebutan negara relegius, mayoritas masyarakat bangsa Indonesia juga memiliki keyakinan adanya mistik. Mistik itu dari zaman ke zaman masih tetap melekat pada keyakinan masyarakat.

Kebanyakan paranormal bangsa ini meramalkan kepemimpinan di masa yang akan datang selalu menafsirkan kata “notonogoro” dalam bahasa Jawa yang artinya mengatur negara. Joyo Boyo Seorang tokoh paranormal yang perna meramal presiden yang akan terpilih dalam pemilihan umum tahun 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono dari kata no (notonogoro) akhirnya terbukti. Karena ramalan Joyo boyo tentang notonogoro itu terbukti, maka masyarakat tetap meyakini datangnya seorang pemimpin dari notonogoro.

Menurut beberapa paranormal pemimpin bangsa yang akan datang adalah G (goro-goro) dari kata “notonogoro”. Penafsiran mereka tentang pemimpin dengan sandi G itu dilihat dari adanya bencana alam seperti meletusnya gunung berapi, gempa yang terus melanda, dalam perpolitikan ditandai dengan gurita cikeas, korupsi pajak oleh Gayus Tambunan. Karena musibah dan kejadian-kejadian yang melanda negeri ini diawali dengan huruf G, maka mereka paranormal tetap pada dugaan mereka bahwa akan munculnya pemimpin baru kita dengan inisial / sandi G.

Penafsiran tentang siapakah orangnya berinisial G? Sampai sekarang mereka masih menyembunyikannya. Bagi mereka, pemimpin dengan inisial G, sudah bulat diyakini, dan apalagi gejala alam itu terus memberikan bahasa isyaratnya kepada mereka. Manusia pada hakekatnya dipahami sebagai alam kecil atau mikrokosmos sementara alam yang manusia berada ini disebut sebagai alam besar atau alam makrokosmos. Maka dapat disimpulkan bahwa manusia adalah alam dan alam adalah manusia.

Mengenal Alam Manusia

Tanpa adanya alam pasti tidak ada juga kehidupan manusia, namun bisa juga terbalik bahwa tidak ada manusia, juga pasti tidak ada alam. Manusia diciptakan pastilah berguna untuk alam dan alam diciptakan pastilah berguna bagi kehidupan mansusia. Alam bercermin kepada manusia begitu juga sebaliknya manusia bercermin kepada alam.

Di dalam ayat suci Al-quran Allah berfirman, sesungguhnya kerusakan yang terjadi baik di darat maupun di laut adalah ulah dari tangan-tangan manusia itu sendiri.

Dari ayat di tas dapat disimpulkan bahwa apabila manusia menjadi rusak imannya, maka rusaklah alam semesta, manusia merusak alam, maka akan berefek pada diri manusia itu sendiri.

Untuk lebih jauh mengenal alam mikrokosmos terlebih dulu kita mengenal unsur-unsur yang terdapat pada diri manusia. Dalam diri manusia dikenal adanya empat unsur atau empat dimensi yakni air, api, angin, dan tanah. Bahwa gejolak alam yang terjadi adalah gejolak dari manusia itu sendiri. Gejolak alam sebagai manifestasi empat dimensi pada diri manusia itu terlihat antara lain adalah kebakaran, bencana gempah bumi, meletusnya gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor, angin topan, angin puting beliung, dan lain-lain.

Empat dimensi yang bergejolak itu, menunjukkan kepada kita bahwa ada kesalahan yang kita perbuat. Perbuatan yang kita manusia perbuat dapat dilihat dari berbagai kejahatan misalnya, kejahatan terstruktural yang dikenal dengan kejahatan tindak pidana korupsi. Korupsi itu merupakan salah satu kejahatan yang ber-efek menelantarkan rakyat. Maraknya kejahatan tindak pidana korupsi di negara Indonesia menunjukkan kepada rakyatnya bahwa pemimpin bangsa ini belum bertindak tegas, tidak berlaku arif dan bijaksana.

Kepemimpinan bangsa Indonesia saat ini sedang digoncang dengan isu “revolusi” dari gerakan aktivis mahasiswa dan pemuda. Gerakan revolusi yang akan dimotori mahasiwa itu dengan tujuan pergantian kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena dinilai tidak tegas dan dibalik itu juga terdapat beberapa kejahatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Maka pemimpin yang lahir dari gejolak empat dimensi alam ini diharapkan menjadi pemimpin benar-benar berperilaku arif dan bijaksana. Berbicara soal Kearifan seorang pemimpin, lebih tepatnya bila kita belajar dari kearifan matahari dan samudera.

Kearifan Matahari

Sesungguhnya jagat raya ini mengajarkan kearifan-kearifan yang tidak ada tandingannya. Matahari misalnya, mengajarkan kepada kita manusia bagaimana seharusnya mencintai, tanpa membeda-bedakan asal-usul, agama, perbedaan warna kulit,kaya atau miskin dan lain-lain sebagainya. Sinarnya yang selalu rajin setiap pagi dan tenggelam di sore hari menandakan bukti nyata sebagai kesetiaan yang tiada taranya kepada seluruh isi jagat raya ini. Tidak perna matahari ingkar janji lalu tidak muncul di pagi hari dan tidak tenggelam di ufuk barat.

Kesetiaan matahari yag tiadataranya ini sejatinya diteladani oleh setiap orang, uatamnya kepada para pemimpin dan penguasa negeri ini, agar titap setia pada janji yang pernah diucapkan, janji kepada Tuhan atau kepada sesama insan.

Jika dilambangkan dalam cinta, maka sinar matahari menggambarkan bahwa kita mesti mencintai siapa saja,tanpa membeda-bedakan, apakah itu manusia kere/miskin atau kelas bangsawan. Mencintai di sini bisa diartikan tetap menghormati atau memperlakukan secara manusiawi kepada siapasaja didunia ini. Kepada pelacur misalnya, dimana mereka seringkali dianggap sebagai kaum rendah dan hina, adalah sangat bijak bilama tetap memandang dan memperlakukannya secara manusiawai. Jangan hinakan mereka, tetapi jika bisa bantulah mereka untuk mencari solusi permasalahan mereka.

Kearifan Samudra

Sementara itu, samudra atau laut mengajarkan sebuah sikap penerimaan cinta yang tida taranya. Jiwa samudra adalah pelambang sikap penerimaan yang tulus, ikhlas, tanpa ada rasa gelo (kecewa) atau getun (menyesal). Mengapa demikian? Sebab, samudra adalah sebuah tempat di mana semua aluran sungai mengalir dan berakhir di sana.

Lewat aliran sungai yang akhirnya menuju ke laut/samudra, semua benda akan diangkut/dibawa. Apakah itu benda/barang busuk, barang baik, semua kotoran dan barang berharga diterima tanpa adanya penolakan.

Inilah prinsip kehidupan laut atau samudra yang merupakan perlambang sebuah sikap menerima, dan menerima semua barang (kondisi, keadaan) yang baik atau yang buruk.

Pemimpin yang akan datang, yang lahir berdasarkan seleksi alam diharapkan akan mengedepankan nilai-nilai kearifan dan relegius. Karena dari sandi G itu muncul beberapa penafsiran bahwa G yang bila digunakan dalam bahasa Inggris, maka G itu akan menjadi Good yang artinya baik, God yang artinya Tuhan, kesempulannya bahwa G adalah pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik karena di dalam dirinya meng-sifati nilai-nilai ketuhanan (God).

Seorang pemimpin bila dalam dirinya keseluruhan dihiasi nilai-nilai ketuhanan, maka pemimpin tersebut adalah pemimpin sekalian alam atau Khalifah fil’ard. Khalifa fil’ard hadir sebagai rahmatan lilalamin.

Jumat, 25 Maret 2011

Perempuan Pekerja Migran Kurang Mendapat Perlindungan

Jakarta

Perlindungan terhadap perempuan pekerja migran sangat penting. Perlindungan terhadap perempua pekerja migran dalam perspektif Hak Azasi Manusia dan kesetaraan gender memiliki beberapa prinsip yakni pertama, berhak atas perlindungan dari diskriminasi berdasarkan konvensi CEDAW, mewajibkan negara peserta mengambil tindakan untuk menghapus diskriminasi tanpa penundaan dan memastikan perempuan pekerja migran mendapatkan haknya setara dengan laki-laki. kedua, mempunya hak yang sama sebagaimana dalam deklarasi umum Hak Azasi Manusia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Sudah sering kali kita menyaksikan betapa banyak penyiksaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) utamanya Tenaga Kerja Wanita (TKW). Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kurang memberikan perlindungan kepada TKI/TKW," tegas Sri Nurherwati saat menjadi pembicara dalam acara Workshop tentang HIV/AIDS CTKI/TKI di kantor BMP2TKI,Jl.. MT. Haryono beberapa waktu lalu.

Workshop yang dilaksanakan BMP2TKI itu bekerja sama dengan Departemen Kesehatan, ILO, dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) serta diikuti 70 orang peserta berasal dari  beberapa Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

"Kondisi perempuan pekerja migran yang mengalami masalah seperti, gaji yang rendah, berisiko tinggi, mengalami penganiyaan, diskriminasi dan mungkin tidak perna dianggap layak mendapatkan surat izin tinggal tetap atau menjadi warga negara di negara tempat ia bekerja, dan tidak seperti pekerja migran profesional di negara penempatan. Dengan demikian dalam banyak hal, mereka mungkin tidak dapat menikmati perlindungan hukum negara tempatnya bekerja, baik di tingkat de jure maupun de facto,"jelasnya.

Data IOM, lanjut Sri, tahun 2005-2010 menunjukkan 3.808 WNI menjadi korban trafficking, 90,36% perempuan dan 67,24% dirkrut PPTKIS yang resmi. Sementara menurut data Komnas Perempuan tahun 1998-2010 tercatat 6.266 perempuan pekerja migran mengalami kekerasan seksual. (Adam)

Foto di Kantor DPP. FSBDSI



Rabu, 23 Februari 2011

Pengganti Presiden SBY adalah (G)


Oleh : Adam Rumbaru

Ada rumor baru tentang  presiden Republik Indonesia mendatang untuk menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah  seorang pemimpin berinisial “G “. Hal ini kemunkinan bisa terjadi. Peramal besar kita tempo dulu, sebut saja Joyoboyo yang meramal akan terpilih seorang Presiden dalam pemilihan umum tahun 2004 adalah seorang yang berinisial “no” diambil dari kata notonogoro dalam bahasa Jawa yang artinya mengatur Negara. Ia menguraikankan bahwa notonogoro itu melahirkan beberapa pemimpin seperti no yang akhirnya melahirkan Presiden Soekarno, to melahirkan Presiden Soeharto.

Presiden Soekarno disebut sebagai Bapak Proklamator Indonesia. Pemimpin yang penuh kharisma ini banyak disegani negara-negara bahkan negara besar seperti Amerika. Dinamika perpolitikan Indonesia di era perang dingin kurun waktu 1953-1963 pernah ditandai dengan aroma diplomasi cantik dan elegan, disertai dengan kebijakan para pemimpin yang tidak mau didikte dan tunduk pada Amerika. Meski saat itu negara Indonesia baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, semangat nasionalisme dan kecerdikan para pemimpinnya menjadikan negara Indonesia disegani oleh Amerika, Uni Soviet dan negara-negara Sekutu.
Bagaimana tidak, di tengah perseteruan perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet, Indonesia, yang baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, lewat kunjungan Soekarno ke Washington berhasil mendinginkan keadaan. Di sisi lain, melalui semangat nasionalisme yang tinggi dan kecerdikan diplomasinya, pemerintah Indonesia lewat diplomasi cantik dan ciamik Soekarno juga berhasil mempermainkan Amerika dan Uni Soviet dalam kasus pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda.

Tahun 1965 menjadi titik nadir yang menggoreskan sejarah kelam dalam kehidupan Soekarno sekaligus bangsa Indonesia. Di mana ketika itu, pertentangan dan perebutan kekuasaan yang tidak lagi mengenal kata ‘kemanusiaan dan keadilan’. Naluri politik bergerak penuh ambisi, mendulang kepentingannya sendiri, bertengger dalam tampuk kekuatan untuk bersama-sama mendepak dan mengganyang Soekarno.

Peralihan kekuasaan tahun 1965 hingga lima tahun kemudian, telah melahirkan peristiwa mengenaskan, yakni terbunuhnya setengah juta orang dalam suasana hiruk pikuk politik awal Orde Baru. Soekarno sempat menyerukan, bahwa sedang terjadi pembunuhan massal di Jawa Timur dan menginginkan pembantaian tersebut segera dihentikan. Namun ironis, seruannya tidak digubris, karena pihak keamanan telah disabotase oleh kendali kuasa yang terselubung.

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri,21Mei1998.

Presiden Soeharto mundur akibat krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah dalam sebuah gerakan yang dinamakan reformasi.

Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Peristiwa Trisakti dan Semanggi dalam sejarah tercatat sebagai pelanggaran HAM. Akhirnya Presiden Soeharto digantikan oleh wakilnya BJ. Habibi.

Peristiwa HAM itu melahirkan tiga tokoh nasional yakni :
Pertama, BJ. Habibie yang menjabat presiden ketiga RI menggantikan Presiden Soeharto 1998-1999. Dan pada pemilu 1999 ia mau mencalonkan diri menjadi presiden RI namun ditolak usulannya oleh MPR RI akibat telah melepaskan Timor-timur. Sekalipun Presiden Habibie berusaha membela kebijakannya dalam Pidato Pertanggungjawaban Presiden (Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia) di Depan Sidang Umum MPR-RI, 14 Oktober 1999. Namun, MPR menolak pertanggungjawaban tersebut. Penolakan ini, membuat BJ Habibie merasa tak pantas mencalonkan diri kembali jadi Presiden pada SU-MPR Oktober 1999.

Kedua, Presiden Abdurrahman Wahid yang lebih akrab disapa Gusdur menjabat pada 1999-2001, sekaligus sebagai presiden keempat Republik Indonesia. Saat itu, beliau menggantikan presiden BJ. Habibie. Gusdur adalah sosok yang kontroversi karena berbagai pernyataannya yang cenderung nyeleneh untuk ukuran seorang pemimpin negara. Namun, justru sikapnya itu menjadikan Gusdur sebagai sosok presiden yang dekat dengan wong cilik. Apa adanya dan gak neko-neko.

Ketiga, Megawati Soekarno Puteri Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Mega memimpin tahun 2001 hingga 2004.

Pemilu tahun 2004 adalah pemilu yang berjalan secara damai, pada saat itu rakyat meng-inginkan adanya perubahan. Banyak kalangan memprediksikan bahwa  Mega-Hazim akan menang dalam perhelatan politik pada pemilihan presiden 2004. Namun, ternyata, prediksi itu meleset. Karena yang terpilih presiden pemilu 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa SBY itu benar diprediksi menjadi presiden yakni dari kata notonogo.
Susilo Bambang Yudhoyono kemudian terpilih lagi pada pemilihan umum 2009. Kini dalam perjalanan kepemimpinannya sudah banyak menuai protes dari berbagai kalangan. Akan ada rencana menggulirkan SBY dari tampuk kepemimpinan namun apakah sudah ada penggantinya..??? kita kembali ke kata notonogoro. Dari kata notonogoro ada terdapat goro namun lebih tafsirkan akan terpilih pemimpin berinisial G.

Gejalah presiden akan datang berinisial G itu sudah ditunjukan dari berbagai peristiwa di Indonesia yang ditandai dengan huruf G. misalnya Gurita Cikeas, meletusnya Gunung berapi Jokyakarta. Dan sebuah kejahatan terstruktur yang dilakukan seorang mafia pajak adalah Gayus Tambunan yang sampai saat ini masih diproses secara hukum.

Misteri G
Banyak sudah peristiwa besar dunia dikejutkan dengan huruf G yakni pertama adalah pasukan Gaja yang dipimpin oleh Abraha dari Yaman menyerang kota mekkah untuk meruntuhkan Ka’bah. Namun, niatnya itu dihalangi oleh pelemparan batu oleh burung ababil dan jatu tersungkur tentara gaja. Peristiwa itu terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan.

Kedua, peristiwa Gua Hira dimana Nabi  Muhammad SAW memberitahu  kita bahwa pada umur empat puluh tahun, waktu dia sedang meditasi di Gua Hira,  cahaya  Tuhan
menyinarkan  padanya dan dia mendengar suara kebenaran. Pada saat  itu  datang  perintah  sebagai  pesuruh  Tuhan   untuk manusia. Apa yang dikemukakan pada Muhammad di Gua Hira?

Pesan  di Gua Hira  menceritakan  kepada  Nabi  tentang kenyataan  (kebenaran). Dengan ayat yang terdapat dalam Al-quran yang artinya "Bacalah dengan nama  Tuhan  engkau  yang  menciptakan.  Dia telah  menciptakan  manusia dari segumpal darah. Bacalah danTuhan engkau itu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan  pena
(tulis  baca).  Mengajarkan  kepada  manusia  apa yang belum
diketahuinya.
Presiden G dari kata goro

Presiden mendatang berinisial G adalah seorang presiden dengan gaya kepemipinan Islam yang dapat membawah kemaslahatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara yang bermayoritas penduduk Islam. Ini terjadi Islam rahmatan lilalamin. Sehingga pemimpin yang akan dating itu menjadi pemimpin umat manusia yang dilahirkan dari Rahmatan Lil Allamin.

Tentang Penulis

Penulis adalah Ketua Presidium Gerakan Masyarakat Untuk Pendidikan Politik Hukum dan Hak Azasi Manusia (GEMPITA) Indonesia. Lahir tanggal 9 September 1975 di Kepulauan Gorom, provinsi Maluku. Gorom juga termasuk  dalam kata notogoro yang diawali dengan huruf G. Gorom adalah salah satu wilayah kerajaan Majapahit. Sebelum Gaja Mada menaklutkan Seram Gorom dia bersumpa " Sebelum aku menaklutkan Seram Gorom, aku tak mau makan buah palapa.

Untuk lebih lengkap hubungi segera Adam Rumbaru di 0815 1044 4351



Jumat, 11 Februari 2011

CENTRA IKAN ASIN

Paradigma Baru Ekonomi Kerakyatan



Oleh : Adam Rumbaru
Perkembang ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dunia yang sedang mengalami krisis ekonomi yang dipicu oleh kasus subprime martgage di Amerika Serikat. Krisis ini telah menyebabkan perekonomian Amerika mengalami resesi ekonomi yang amat dalam, dan saat ini telah menjalar ke Negara-negara lain serta telah berimbas pula ke berbagai Negara dunia termasuk Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia mulai dirasakan pada triwulan IV Tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2008 menurun sebesar 3,6 persen dibandingkan triwulan III tahun 2008 dan meningkat 5,2 persen. Hal itu disebabkan menurunnya pertumbuhan ekspor barang dan jasa yaitu minus 5,5 persen. Disamping pertumbuhan ekspor yang melambat, investasi juga mengalami perlambatan pertumbuhan yakni hanya meningkat 0,8 persen.
Pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 ditargetkan bangsa Indonesia mengalami banyak tantangan, dan sebagai tantangan pokok yang akan dihadapi adalah pemulihan perekonomian. Untuk mencapai pemulihan ekonomi nasional diperlukan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memerlukan peningkatan investasi, ekspor, menjaga konsumsi masyarakat, dan meningkatkan efesiensi dan efektifitas pengeluaran pemerintah. Untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas diperlukan peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan produktifitas kerja, dan mengurangi kemiskinan.
Realitas yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa UMKM adalah sektor ekonomi nasional yang paling strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian nasional. UMKM juga merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian di Indonesia dan telah telah terbukti menjadi kunci pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis ekonomi, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis. Itu artinya, usaha mikro yang memiliki omset penjualan kurang dari satu milyar, dan usaha kecil memiliki omset penjualan pada kisaran satu milyar, serta usaha menengah dengan omset penjualan di atas satu milyar pertahun, memiliki peran yang sangat besar dalam proses pembangunan bangsa Indonesia. UMKM merupakan modal ekonomi kerakyatan yang strategis dan senantiasa mengembangkan kreativitas usaha, sehingga terciptanya terobosan-terobosan baru untuk pengembangan dan peningkatan daya saing dan mampu menyediakan lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja, dan pendistribusian hasil-hasil inovasi.
Berdasakan uraian di atas pentingnya digagas paradigma baru dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM berbasis perikanan adalah sebuah paradigma baru yang mesti dilakukan karena sektor perikanan saat ini banyak berperan dalam mengisi pembangunan nasional serta perolehan devisa dari produksi perikanan budidaya dan tangkap.pertumbuhan produk domistik brutto (PDB) perikanan cenderung meningkat. Pada tahun 2007, PDB perikanan berdasarkan harga berlaku mencapai 2,44 persen. Nilai tersebut meningkat sebesar 2,05 persen sehingga pada tahun 2008 mencapai 2,5 persen dari PDB nasional.
Produksi perikanan pada tahun 2008 meningkat menjadi 8,71 juta ton dari 8,24 juta ton pada tahun sebelumnya, atau meningkat sekitar 5,7 persen, kenaikan produksi tersebut diperoleh dari peningkatan produksi pada perikanan budidaya dan perikanan tangkap terutama untuk komunitas udang, ikan tuna dan rumput laut. Kontribusi perikanan tangkap pada tahun 2008 meningkat 2,78 persen menjadi 5,04 juta ton. Sementara itu kontribusi budidaya pada tahun 2008 meningkat sekitar 10,31 persen menjadi 4,53 juta ton.
Sejalan dengan presentasi produksi perikanan tersebut di atas, maka berkembanglah sebuah ide dan gagasan baru yang lahir dari kami yakni membangun Centra Ikan Asin (CIA). Centra Ikan Asin ini akan berkedudukan di Jakarta dan membuka cabang di setiap daerah di Indonesia utamanya di daerah pesisir yang memiliki potensi garapan perikanan laut.
Centra Ikan Asin bekerja sebagai salah satu lembaga bisnis non pemerintah yang akan menjalankan program pemerintah di bidang kelautan dan perikanan khususnya menampung ikan asin dan mengontrol adanya pengawetan ikan asin yang berlebihan.
Ikan Asin yang ditampung di Jakarta itu kemudian akan berkembang menjadi satu komuditas ekspor untuk Negara-negara importer. Negara-negara importer hanya menerima impor ikan asin dan ikan segar dikonsumsi masyarakat Indonesia agar mereka tumbuh sehat dan berfikir cerdas terutama anak-anak, remaja dan mahasiswa, karena ikan segar mengandung nutrisi gizi yang sangat tinggi.Ikan asin sangat baik sebagai komuditi ekspor, apalagi di ekspor kenegara-negara yang saat ini dalam keadaan perang sebabagaimana di Timur Tengah. Disamping itu juga pemerintah Indonesia didorong untuk memiliki sikap tegas dan mandiri dalam hal ini adalah jalinan kerja sama dengan Negara-negara importir di bidang perikanan. Bila Indonesia telah menetapkan ikan asin sebagai komuditas ekspor, maka besar kemungkinan pemikiran untuk menjaga dan mengembangkan potensi perikanan itu, dapat terus meningkat. Disamping pula penguatan keamanan laut menjadi bertambah sehingga tindakkan pencurian ikan di laut Indonesia pun semakin berkurang.
Penulis sekaligus sebagai penggagas usaha Centra Ikan Asin.

Sabtu, 18 Desember 2010

Masa Depan Maluku dan Arah Kebijakan Pemerintah



Oleh : Adam Rumbaru

Berbicara soal masa depan Maluku perlu butuh perhatian serius berbagai pihak dan darimana dimulainya penataan masa depan bagi Provinsi Maluku. Sebelumnya penulis mencoba menggagas masa depan itu melalui letak geografisnya yakni Maluku sebagai salah satu wilayah yang terletak pada tepian pasifik. Terkait dengan letaknya yang strategis itu, Jhon Hay dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa Mediterania adalah lautan masa lalu, Atlantik adalah lautan masa kini, dan Pasifik adalah lautan masa depan. Dari pernyataan tersebut diperoleh gambaran betapa pentingnya kawasan pasifik di waktu yang akan datang.

Provinsi Maluku merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar dan berbatasan dengan negara tetangga. Perlu dilakukan dengan kebijakan pemerintah daerah melalui program yang terpadu dan tepat sesui potensi yang dimilikinya serta kuat dalam menghadapi berbagai hambatan.

Selain dari hambatan, ada juga tantangan terbesar Provinsi Maluku memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh wilayah pulau dan sekaligus membangun keterkaitan antar wilayah pulau dalam satu kesatuan, tata ruang, wilayah pulau dan laut. Posisi kepulaun yang tersebar sering kali membuat program pembangunan yang dibuat hanya memfokuskan pada satu pulau tertentu dengan alokasi program sektoral tertentu tanpa memperhatikan keterpaduan program dalam satu kesatuan dan tata ruang.

Wilayah Maluku menghadapi permasalahan yang sangat kompleks terutama sebagai akibat ketertinggalan dan keterisolasian.permasalahan itu antara lain adalah : Pertama, tingginya angka kemiskinan. Kedua, rendahnya derajat pendidikan dan kesehatan. Ketiga, tingginya angka pengangguran dan Keempat, terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan sebagai akibat konflik sosial.

Wilayah Julukan rempah-rempah ini tersebar dan dipisahkan perairan sehingga menyebabkan program pembangunannya cenderung hanya berpusat pada pulau yang menjadi pusat pemerintahan daerah dan kurang menyebar ke pulau-pulau lainnya. Wilayah yang tersebar itu dinilai dapat menghambat mobilitas sumber daya dan penduduk akibat minimnya jaringan transportasi. Kondisi ini juga menyebabkan rendahnya pengawasan dan penengendalian kondisi ketertiban dan keamanan wilayah, serta munculnya potensi konflik dan politik keamanan (separatisme). Dengan kondisi wilayah yang tersebar dari berbagai hambatan, perencanaan pembangunan, perlu memperhitungkan secara sungguh-sungguh karakteristik wilayah kepulauan Maluku.

Wilayah Maluku sesungguhnya memiliki potensi pengembangan yang sangat besar dan berbasis sumber daya alam, utamanya perikanan dan wisata bahari. Tampak, potensi perikanan laut amat besar dan belum mendapat sentuhan pengelolaan secara optimal. Begitu juga terhadap sumber daya lahan, hutan dan perkebunan yag sama besarnya. Hal ini perlu adanya pengelolaan yang professional dan terpadu untuk pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah Maluku. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya tersebut, sejatinya tetap memperhatikan dan mempertimbangkan keterpaduan serta keseimbangan dalam penataan ruang wilayah untuk mencegah adanya eksploetasi yang berlebihan, juga dapat mendorong penyebaran dampak perekonomian ke seluruh wilayahnya.

Maluku yang sarat akan sumber daya alam itu perlu dikelola oleh putera dan puteri daerah sendiri agar mereka turut menikmati sumber daya alam daerahnya. Karena jika hal itu bisa dilakukan, maka muncullah keinginan anak daerah untuk lebih mempersiapkan dirinya sebagai sumber daya manusia yang siap mengabdi kepada daerah dan bangsa Indonesia.

Kemajuan sebuah daerah itu dapat terukur dari jumlah sumber daya manusia. Sumber daya manusia di derah Maluku itu diakui memang masih minim. Sehingga pengelolaan sumber daya alam itu sebagian besar berasal dari luar daerah. Untuk Maluku harus bangkit mengejar ketertinggalanya sebaiknya mempersiapkan SDM yang bisa dimanfaatkan sesuai kedisiplinan ilmu yang dimilikinya.

Selain dari pengelolaan sumber daya alam, pemerintah juga harus bekerja keras memberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di wilayahnya. Karena praktek KKN itu berdampak pada kehidupan masyarakat Maluku. Korupsi merupakan salah satu kejahatan terstruktur yang mengakibatkan terjadinya kemiskinan. Karena bila bertambahnya kemiskinan, maka tentu dapat menghambat lajunya roda pembangunan di daerah Maluku.

Sampai sekarang praktek korupsi di Maluku itu belum mampu diberantaskan. Penanganan ini perlu adanya kerja sama yang baik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan pemerintah daerah dibantu oleh seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat. Kerja sama tersebut dilandaskan pada Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Korupsi dan Pelaksanaanya.

Maluku diakui memang sarat dengan kejahatan korupsi dan hampir ditemukan di berbagai instansi pemerintah. Olehnya itu diharapkan agar KPK dan Pemerintah baik pemerintah tingkat I maupun tingkat II dapat memiliki jiwa dan semangat yang luhur agar dapat memberantas korupsi yang sudah mewabah di negeri Kapitan Pattimura ini. Karena menyelamatkan aset daerah perlu dilakukan penuh tanggung jawab dan dapat dibuktikan dengan jiwa dan semangat luhur. Hal itu seharusnya terdapat pada pola dan tingka laku pemimpin dan elit Maluku, utamanya bagi mereka yang saat ini masih bersandar pada politik kekuasaan.

Sampai saat ini belum terdapat sosok seorang pemimpin Maluku yang memiliki visi yang jelas. Namun, yang ada hanyalah mereka orang-orang yang mengandrungi jabatan serta terus menerus melancarkan politik kekuasaan di Maluku. Sehingga tidak ada peluang dan kebebasan generasi lain untuk lebih berkembang. Sikap politik para elit di Maluku sudah terkontaminasi dengan hegimoni politik kesukuan. Sehingga saya sebagai anak daerah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk mengkritik para pemimpin dan elit Maluku. Kritik ini bukan semata menjatukan citra diri para pemimpin dan elit kita, melainkan turut membangun adanya kebersamaan dan keselarasan berfikir untuk meraih masa depan Maluku yang sejahtera dan mandiri.

Kehidupan sejahtera tentu saja sudah dinantikan masyarakat Maluku. Akan tetapi, tidak semuda seperti membalik telapak tangan. Semua itu harus melalui usaha keras dan kesadaran para elit yang saat ini berada pada lingkaran kekuasaan khususnya kekuasaan pemerintah Maluku.

Aleh-aleh meningkatkan kesejahteraan Maluku, pemerintah daerah sudah melakukan jauh sebelumnya namun sayangnya tidak berhasil dilakukan secara keseluruhan, melainkan secara terbatas yaitu hanya pada daerah-daerah tertentu juga masyarakat tertentu. Yang kita harapkan untuk Maluku jauh lebih maju itu tercepai apabila seluruh elit politik di Maluku telah mempersatuhkan visi dan misinya serta telah hilangnya hegimoni politik kesukuan.

Tulisan ini mencoba menyelipkan beberapa gambaran penting terutama dalam melihat realitas sistem kekuatan politik dan meningkatnya tradisi perilaku kekuasaan yang paradok pada elit politik dan kepemimpinan Maluku saat ini. Ada gejala rotasi kekuasaan politik yang cenderung terjadi pada kekuatan financial dan hegimoni politik kesukuan. Lebih para lagi ketika kekuatan demokrasi liberal sebagai intrumen pokok untuk memperoleh kekuasaan di Maluku saat ini tanpa diimbangi dengan kekuatan intelektual serta visi dan misi seorang calon pemimpin yang berpihak kepada masyarakat Maluku.

Penulis adalah mantan Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (LDMI HMI) Cabang Ambon. Dan kini sedang melanjutkan kulianya pada Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.