Berjuang hari ini untuk hari esok. Karena hidup adalah perjuangan. Orang yang berjuang di jalan Allah pasti selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT. Namun bagi orang yang zalim sesungguhnya mereka tidak mendapatkan apapun kecuali kerugian.
Kamis, 09 Juni 2011
Rabu, 04 Mei 2011
Forsir Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Depan Gedung KPK
Jumat, 15 April 2011
Misteri Kemunculan Pemimpin Rahmatan Lil Alamin
Rabu, 06 April 2011
Bencana Empat Dimensi Menguatkan Datangnya Sandi G
Indonesia diakui sebagai bangsa yang relegius. Disebut sebagai bangsa yang relegius karena terdapat enam agama yang hidup rukun dan damai. Disamping mendapatkan sebutan negara relegius, mayoritas masyarakat bangsa Indonesia juga memiliki keyakinan adanya mistik. Mistik itu dari zaman ke zaman masih tetap melekat pada keyakinan masyarakat.
Kebanyakan paranormal bangsa ini meramalkan kepemimpinan di masa yang akan datang selalu menafsirkan kata “notonogoro” dalam bahasa Jawa yang artinya mengatur negara. Joyo Boyo Seorang tokoh paranormal yang perna meramal presiden yang akan terpilih dalam pemilihan umum tahun 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono dari kata no (notonogoro) akhirnya terbukti. Karena ramalan Joyo boyo tentang notonogoro itu terbukti, maka masyarakat tetap meyakini datangnya seorang pemimpin dari notonogoro.
Menurut beberapa paranormal pemimpin bangsa yang akan datang adalah G (goro-goro) dari kata “notonogoro”. Penafsiran mereka tentang pemimpin dengan sandi G itu dilihat dari adanya bencana alam seperti meletusnya gunung berapi, gempa yang terus melanda, dalam perpolitikan ditandai dengan gurita cikeas, korupsi pajak oleh Gayus Tambunan. Karena musibah dan kejadian-kejadian yang melanda negeri ini diawali dengan huruf G, maka mereka paranormal tetap pada dugaan mereka bahwa akan munculnya pemimpin baru kita dengan inisial / sandi G.
Penafsiran tentang siapakah orangnya berinisial G? Sampai sekarang mereka masih menyembunyikannya. Bagi mereka, pemimpin dengan inisial G, sudah bulat diyakini, dan apalagi gejala alam itu terus memberikan bahasa isyaratnya kepada mereka. Manusia pada hakekatnya dipahami sebagai alam kecil atau mikrokosmos sementara alam yang manusia berada ini disebut sebagai alam besar atau alam makrokosmos. Maka dapat disimpulkan bahwa manusia adalah alam dan alam adalah manusia.
Mengenal Alam Manusia
Tanpa adanya alam pasti tidak ada juga kehidupan manusia, namun bisa juga terbalik bahwa tidak ada manusia, juga pasti tidak ada alam. Manusia diciptakan pastilah berguna untuk alam dan alam diciptakan pastilah berguna bagi kehidupan mansusia. Alam bercermin kepada manusia begitu juga sebaliknya manusia bercermin kepada alam.
Di dalam ayat suci Al-quran Allah berfirman, sesungguhnya kerusakan yang terjadi baik di darat maupun di laut adalah ulah dari tangan-tangan manusia itu sendiri.
Dari ayat di tas dapat disimpulkan bahwa apabila manusia menjadi rusak imannya, maka rusaklah alam semesta, manusia merusak alam, maka akan berefek pada diri manusia itu sendiri.
Untuk lebih jauh mengenal alam mikrokosmos terlebih dulu kita mengenal unsur-unsur yang terdapat pada diri manusia. Dalam diri manusia dikenal adanya empat unsur atau empat dimensi yakni air, api, angin, dan tanah. Bahwa gejolak alam yang terjadi adalah gejolak dari manusia itu sendiri. Gejolak alam sebagai manifestasi empat dimensi pada diri manusia itu terlihat antara lain adalah kebakaran, bencana gempah bumi, meletusnya gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor, angin topan, angin puting beliung, dan lain-lain.
Empat dimensi yang bergejolak itu, menunjukkan kepada kita bahwa ada kesalahan yang kita perbuat. Perbuatan yang kita manusia perbuat dapat dilihat dari berbagai kejahatan misalnya, kejahatan terstruktural yang dikenal dengan kejahatan tindak pidana korupsi. Korupsi itu merupakan salah satu kejahatan yang ber-efek menelantarkan rakyat. Maraknya kejahatan tindak pidana korupsi di negara Indonesia menunjukkan kepada rakyatnya bahwa pemimpin bangsa ini belum bertindak tegas, tidak berlaku arif dan bijaksana.
Kepemimpinan bangsa Indonesia saat ini sedang digoncang dengan isu “revolusi” dari gerakan aktivis mahasiswa dan pemuda. Gerakan revolusi yang akan dimotori mahasiwa itu dengan tujuan pergantian kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena dinilai tidak tegas dan dibalik itu juga terdapat beberapa kejahatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Maka pemimpin yang lahir dari gejolak empat dimensi alam ini diharapkan menjadi pemimpin benar-benar berperilaku arif dan bijaksana. Berbicara soal Kearifan seorang pemimpin, lebih tepatnya bila kita belajar dari kearifan matahari dan samudera.
Kearifan Matahari
Sesungguhnya jagat raya ini mengajarkan kearifan-kearifan yang tidak ada tandingannya. Matahari misalnya, mengajarkan kepada kita manusia bagaimana seharusnya mencintai, tanpa membeda-bedakan asal-usul, agama, perbedaan warna kulit,kaya atau miskin dan lain-lain sebagainya. Sinarnya yang selalu rajin setiap pagi dan tenggelam di sore hari menandakan bukti nyata sebagai kesetiaan yang tiada taranya kepada seluruh isi jagat raya ini. Tidak perna matahari ingkar janji lalu tidak muncul di pagi hari dan tidak tenggelam di ufuk barat.
Kesetiaan matahari yag tiadataranya ini sejatinya diteladani oleh setiap orang, uatamnya kepada para pemimpin dan penguasa negeri ini, agar titap setia pada janji yang pernah diucapkan, janji kepada Tuhan atau kepada sesama insan.
Jika dilambangkan dalam cinta, maka sinar matahari menggambarkan bahwa kita mesti mencintai siapa saja,tanpa membeda-bedakan, apakah itu manusia kere/miskin atau kelas bangsawan. Mencintai di sini bisa diartikan tetap menghormati atau memperlakukan secara manusiawi kepada siapasaja didunia ini. Kepada pelacur misalnya, dimana mereka seringkali dianggap sebagai kaum rendah dan hina, adalah sangat bijak bilama tetap memandang dan memperlakukannya secara manusiawai. Jangan hinakan mereka, tetapi jika bisa bantulah mereka untuk mencari solusi permasalahan mereka.
Kearifan Samudra
Sementara itu, samudra atau laut mengajarkan sebuah sikap penerimaan cinta yang tida taranya. Jiwa samudra adalah pelambang sikap penerimaan yang tulus, ikhlas, tanpa ada rasa gelo (kecewa) atau getun (menyesal). Mengapa demikian? Sebab, samudra adalah sebuah tempat di mana semua aluran sungai mengalir dan berakhir di sana.
Lewat aliran sungai yang akhirnya menuju ke laut/samudra, semua benda akan diangkut/dibawa. Apakah itu benda/barang busuk, barang baik, semua kotoran dan barang berharga diterima tanpa adanya penolakan.
Inilah prinsip kehidupan laut atau samudra yang merupakan perlambang sebuah sikap menerima, dan menerima semua barang (kondisi, keadaan) yang baik atau yang buruk.
Pemimpin yang akan datang, yang lahir berdasarkan seleksi alam diharapkan akan mengedepankan nilai-nilai kearifan dan relegius. Karena dari sandi G itu muncul beberapa penafsiran bahwa G yang bila digunakan dalam bahasa Inggris, maka G itu akan menjadi Good yang artinya baik, God yang artinya Tuhan, kesempulannya bahwa G adalah pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik karena di dalam dirinya meng-sifati nilai-nilai ketuhanan (God).
Seorang pemimpin bila dalam dirinya keseluruhan dihiasi nilai-nilai ketuhanan, maka pemimpin tersebut adalah pemimpin sekalian alam atau Khalifah fil’ard. Khalifa fil’ard hadir sebagai rahmatan lilalamin.
Jumat, 25 Maret 2011
Perempuan Pekerja Migran Kurang Mendapat Perlindungan
Rabu, 23 Februari 2011
Pengganti Presiden SBY adalah (G)
Ada rumor baru tentang presiden Republik Indonesia mendatang untuk menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang pemimpin berinisial “G “. Hal ini kemunkinan bisa terjadi. Peramal besar kita tempo dulu, sebut saja Joyoboyo yang meramal akan terpilih seorang Presiden dalam pemilihan umum tahun 2004 adalah seorang yang berinisial “no” diambil dari kata notonogoro dalam bahasa Jawa yang artinya mengatur Negara. Ia menguraikankan bahwa notonogoro itu melahirkan beberapa pemimpin seperti no yang akhirnya melahirkan Presiden Soekarno, to melahirkan Presiden Soeharto.Peralihan kekuasaan tahun 1965 hingga lima tahun kemudian, telah melahirkan peristiwa mengenaskan, yakni terbunuhnya setengah juta orang dalam suasana hiruk pikuk politik awal Orde Baru. Soekarno sempat menyerukan, bahwa sedang terjadi pembunuhan massal di Jawa Timur dan menginginkan pembantaian tersebut segera dihentikan. Namun ironis, seruannya tidak digubris, karena pihak keamanan telah disabotase oleh kendali kuasa yang terselubung.
Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri,21Mei1998.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Peristiwa Trisakti dan Semanggi dalam sejarah tercatat sebagai pelanggaran HAM. Akhirnya Presiden Soeharto digantikan oleh wakilnya BJ. Habibi.
Untuk lebih lengkap hubungi segera Adam Rumbaru di 0815 1044 4351
Jumat, 11 Februari 2011
CENTRA IKAN ASIN
embang ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dunia yang sedang mengalami krisis ekonomi yang dipicu oleh kasus subprime martgage di Amerika Serikat. Krisis ini telah menyebabkan perekonomian Amerika mengalami resesi ekonomi yang amat dalam, dan saat ini telah menjalar ke Negara-negara lain serta telah berimbas pula ke berbagai Negara dunia termasuk Indonesia.Sabtu, 18 Desember 2010
Masa Depan Maluku dan Arah Kebijakan Pemerintah
Oleh : Adam Rumbaru
Berbicara soal masa depan Maluku perlu butuh perhatian serius berbagai pihak dan darimana dimulainya penataan masa depan bagi Provinsi Maluku. Sebelumnya penulis mencoba menggagas masa depan itu melalui letak geografisnya yakni Maluku sebagai salah satu wilayah yang terletak pada tepian pasifik. Terkait dengan letaknya yang strategis itu, Jhon Hay dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa Mediterania adalah lautan masa lalu, Atlantik adalah lautan masa kini, dan Pasifik adalah lautan masa depan. Dari pernyataan tersebut diperoleh gambaran betapa pentingnya kawasan pasifik di waktu yang akan datang.
Provinsi Maluku merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar dan berbatasan dengan negara tetangga. Perlu dilakukan dengan kebijakan pemerintah daerah melalui program yang terpadu dan tepat sesui potensi yang dimilikinya serta kuat dalam menghadapi berbagai hambatan.
Selain dari hambatan, ada juga tantangan terbesar Provinsi Maluku memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh wilayah pulau dan sekaligus membangun keterkaitan antar wilayah pulau dalam satu kesatuan, tata ruang, wilayah pulau dan laut. Posisi kepulaun yang tersebar sering kali membuat program pembangunan yang dibuat hanya memfokuskan pada satu pulau tertentu dengan alokasi program sektoral tertentu tanpa memperhatikan keterpaduan program dalam satu kesatuan dan tata ruang.
Wilayah Maluku menghadapi permasalahan yang sangat kompleks terutama sebagai akibat ketertinggalan dan keterisolasian.permasalahan itu antara lain adalah : Pertama, tingginya angka kemiskinan. Kedua, rendahnya derajat pendidikan dan kesehatan. Ketiga, tingginya angka pengangguran dan Keempat, terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan sebagai akibat konflik sosial.
Wilayah Julukan rempah-rempah ini tersebar dan dipisahkan perairan sehingga menyebabkan program pembangunannya cenderung hanya berpusat pada pulau yang menjadi pusat pemerintahan daerah dan kurang menyebar ke pulau-pulau lainnya. Wilayah yang tersebar itu dinilai dapat menghambat mobilitas sumber daya dan penduduk akibat minimnya jaringan transportasi. Kondisi ini juga menyebabkan rendahnya pengawasan dan penengendalian kondisi ketertiban dan keamanan wilayah, serta munculnya potensi konflik dan politik keamanan (separatisme). Dengan kondisi wilayah yang tersebar dari berbagai hambatan, perencanaan pembangunan, perlu memperhitungkan secara sungguh-sungguh karakteristik wilayah kepulauan Maluku.
Wilayah Maluku sesungguhnya memiliki potensi pengembangan yang sangat besar dan berbasis sumber daya alam, utamanya perikanan dan wisata bahari. Tampak, potensi perikanan laut amat besar dan belum mendapat sentuhan pengelolaan secara optimal. Begitu juga terhadap sumber daya lahan, hutan dan perkebunan yag sama besarnya. Hal ini perlu adanya pengelolaan yang professional dan terpadu untuk pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah Maluku. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya tersebut, sejatinya tetap memperhatikan dan mempertimbangkan keterpaduan serta keseimbangan dalam penataan ruang wilayah untuk mencegah adanya eksploetasi yang berlebihan, juga dapat mendorong penyebaran dampak perekonomian ke seluruh wilayahnya.
Maluku yang sarat akan sumber daya alam itu perlu dikelola oleh putera dan puteri daerah sendiri agar mereka turut menikmati sumber daya alam daerahnya. Karena jika hal itu bisa dilakukan, maka muncullah keinginan anak daerah untuk lebih mempersiapkan dirinya sebagai sumber daya manusia yang siap mengabdi kepada daerah dan bangsa Indonesia.
Kemajuan sebuah daerah itu dapat terukur dari jumlah sumber daya manusia. Sumber daya manusia di derah Maluku itu diakui memang masih minim. Sehingga pengelolaan sumber daya alam itu sebagian besar berasal dari luar daerah. Untuk Maluku harus bangkit mengejar ketertinggalanya sebaiknya mempersiapkan SDM yang bisa dimanfaatkan sesuai kedisiplinan ilmu yang dimilikinya.
Selain dari pengelolaan sumber daya alam, pemerintah juga harus bekerja keras memberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di wilayahnya. Karena praktek KKN itu berdampak pada kehidupan masyarakat Maluku. Korupsi merupakan salah satu kejahatan terstruktur yang mengakibatkan terjadinya kemiskinan. Karena bila bertambahnya kemiskinan, maka tentu dapat menghambat lajunya roda pembangunan di daerah Maluku.
Sampai sekarang praktek korupsi di Maluku itu belum mampu diberantaskan. Penanganan ini perlu adanya kerja sama yang baik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan pemerintah daerah dibantu oleh seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat. Kerja sama tersebut dilandaskan pada Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Korupsi dan Pelaksanaanya.
Maluku diakui memang sarat dengan kejahatan korupsi dan hampir ditemukan di berbagai instansi pemerintah. Olehnya itu diharapkan agar KPK dan Pemerintah baik pemerintah tingkat I maupun tingkat II dapat memiliki jiwa dan semangat yang luhur agar dapat memberantas korupsi yang sudah mewabah di negeri Kapitan Pattimura ini. Karena menyelamatkan aset daerah perlu dilakukan penuh tanggung jawab dan dapat dibuktikan dengan jiwa dan semangat luhur. Hal itu seharusnya terdapat pada pola dan tingka laku pemimpin dan elit Maluku, utamanya bagi mereka yang saat ini masih bersandar pada politik kekuasaan.
Sampai saat ini belum terdapat sosok seorang pemimpin Maluku yang memiliki visi yang jelas. Namun, yang ada hanyalah mereka orang-orang yang mengandrungi jabatan serta terus menerus melancarkan politik kekuasaan di Maluku. Sehingga tidak ada peluang dan kebebasan generasi lain untuk lebih berkembang. Sikap politik para elit di Maluku sudah terkontaminasi dengan hegimoni politik kesukuan. Sehingga saya sebagai anak daerah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk mengkritik para pemimpin dan elit Maluku. Kritik ini bukan semata menjatukan citra diri para pemimpin dan elit kita, melainkan turut membangun adanya kebersamaan dan keselarasan berfikir untuk meraih masa depan Maluku yang sejahtera dan mandiri.
Kehidupan sejahtera tentu saja sudah dinantikan masyarakat Maluku. Akan tetapi, tidak semuda seperti membalik telapak tangan. Semua itu harus melalui usaha keras dan kesadaran para elit yang saat ini berada pada lingkaran kekuasaan khususnya kekuasaan pemerintah Maluku.
Aleh-aleh meningkatkan kesejahteraan Maluku, pemerintah daerah sudah melakukan jauh sebelumnya namun sayangnya tidak berhasil dilakukan secara keseluruhan, melainkan secara terbatas yaitu hanya pada daerah-daerah tertentu juga masyarakat tertentu. Yang kita harapkan untuk Maluku jauh lebih maju itu tercepai apabila seluruh elit politik di Maluku telah mempersatuhkan visi dan misinya serta telah hilangnya hegimoni politik kesukuan.
Tulisan ini mencoba menyelipkan beberapa gambaran penting terutama dalam melihat realitas sistem kekuatan politik dan meningkatnya tradisi perilaku kekuasaan yang paradok pada elit politik dan kepemimpinan Maluku saat ini. Ada gejala rotasi kekuasaan politik yang cenderung terjadi pada kekuatan financial dan hegimoni politik kesukuan. Lebih para lagi ketika kekuatan demokrasi liberal sebagai intrumen pokok untuk memperoleh kekuasaan di Maluku saat ini tanpa diimbangi dengan kekuatan intelektual serta visi dan misi seorang calon pemimpin yang berpihak kepada masyarakat Maluku.
Penulis adalah mantan Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (LDMI HMI) Cabang Ambon. Dan kini sedang melanjutkan kulianya pada Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
